Sahabat APPEL Bali,
APPEL Bali kembali hadir dengan pelatihan relawan,
pada hari Minggu 14 April 2013 (08.00-15.00 WITA).
Di Gedung Serbaguna Mirah Hati
Jalan Mirah Hati Monang Maning, Denpasar, Bali
Please share and join us..!!
RSVP CP: 085333 444 342
Mari bersama cintai lingkungan kita
Salam Lingkungan,
"Environment plays an important role for our livelihoods sustainability"
Selasa, 26 Maret 2013
Selasa, 26 Juni 2012
Definisi biopori dan cara pembuatan
Arti definisi dan pengertian lubang biopiro menurut organisasi.org adalah lubang yang dengan diameter 10 sampai 30 cm dengan panjang 30 sampai 100 cm yang ditutupi sampah organik yang berfungsi untuk menjebak air yang mengalir di sekitarnya sehingga dapat menjadi sumber cadangan air bagi air bawah tanah, tumbuhan di sekitarnya serta dapat juga membantu pelapukan sampah organik menjadi kompos yang bisa dipakai untuk pupuk tumbuh-tumbuhan.
Senin, 25 Juni 2012
Tentang Kami
Kami adalah sebuah LSM yang
merupakan wadah bagi aktivis dan relawan
Perempuan pecinta Lingkungan dan tanggap bencana yang mempunyai visi
menghijaukan, merawat serta melastarikan alam BALI pada khususnya dan Dunia pada umumnya.
Relawan Perempuan.....Tanggap Bencana, Peduli Lingkungan
Kegiatan Kami | APPeL BALI
Kegiatan Kami | APPeL BALI
Ø
Relawan
Bencana dan Lingkungan
Ø
Bakti
Sosial Lingkungan dan Bencana
Ø
Seminar
Kesehatan dan Lingkungan
Ø
Pelatihan
Bencana dan Dapur Umum
Ø
Kampanye
Hari Air,Hari Bumi, Hari Lingkungan hidup dan sejenisnya
Ø
Event
Organizer untuk peringatan Hari Air, Hari Bumi, Hari Lingkungan hidup dan
sejenisnya
Membuat Pupuk Organik Cair
.......................
|
Definisi Tentang Briket
Mendengar kata briket, kebanyakan orang akan langsung berfikir kepada batu bara. Sebenarnya briket tidaklah identik dengan bahan bakar karena definisi briket itu sendiri adalah suatu bahan yang berupa serbuk atau potongan – potongan kecil yang dipadatkan dengan menggunakan mesin press dengan dicampur bahan perekat sehingga menjadi bentuk yang solid. Dipasaran ada briket garam yang notabene bukanlah bahan bakar. Namun tidak dipungkiri briket memang menjurus kepada bahan bakar. Untuk jenis briket bahan bakar ini tergolong ke dalam dua kelompok besar yaitu briket batu bara dan briket biomasa. Berdasarkan bahan bakunya, briket biomasa terbagi lagi ke dalam beberapa jenis, diantaranya briket tempurung kelapa, briket cangkang sawit, briket serbuk kayu / gergaji, briket ranting dan daun kering serta tidak menutup kemungkinan akan ada jenis – jenis briket biomasa lainnya.
Briket arang tempurung + serbuk gergaji.Briket biomasa adalah energi alternatif yang ramah lingkungan. Bahan baku dari briket ini menggunakan limbah – limbah sisa produksi, baik itu rumah tangga, perkebunan maupun sampah dari proses alam, seperti daun – daun yang gugur. Manfaat briket adalah bisa menjadi pengganti bahan bakar minyak untuk pembakaran dan bisa menjadi pengganti arang aktif / arang kayu sehingga mengurangi proses pembabatan hutan, khususnya hutan bakau.
Mengapa bahan – bahan biomasa itu harus melalui proses pembriketan, mengapa tidak langsung dibakar saja ? Manfaat proses pembriketan adalah supaya didapatkan nilai kalor yang lebih tinggi jika dibandingkan jika bahan – bahan tersebut langsung dibakar. Bahan – bahan yang telah melalui proses pembriketan akan menjadi lebih padat sehingga nilai kalor bisa melebihi 5000 kal. Makin padat briket yang dibuat maka maka makin tinggi nilai kalornya dengan syarat komposisi bahan perekat harus sesuai.
Sumber : http://my-briket.blogspot.com/2009/04/briket-briquette.html
Cara Paling Mudah Membuatan Pupuk Kompos
Tidak banyak yang menyadari bila setiap hari kita memproduksi sampah yang jumlahnya terus meninggi. Dan, kita juga tidak banyak menyadariya kian hari kian sulit untuk membuang sampah.
Karena volume yang terus meninggi, lahan TPA (tempat pembuangan akhir sampah) cepat habis. Dan untuk memperluasnya tidaklah mudah. Reaksi warga di sekitar TPA juga keras ketika mendengar ada rencana perluasan.
Mencari lahan TPA baru, terutama di kota-kota besar di Pulau Jawa lebih sulit lagi. Warga sekitar dengan keras selalu menolaknya. Mereka tidak rela bila pemukiman berdekatan dengan tumpukan sampah. Ya.. siapa yang mau hidup di lingkungan yang hampir tiap hari menghirup udara busuk.
Tidak banyak yang menyadari bila setiap hari kita memproduksi sampah yang jumlahnya terus meninggi. Dan, kita juga tidak banyak menyadariya kian hari kian sulit untuk membuang sampah.
Karena volume yang terus meninggi, lahan TPA (tempat pembuangan akhir sampah) cepat habis. Dan untuk memperluasnya tidaklah mudah. Reaksi warga di sekitar TPA juga keras ketika mendengar ada rencana perluasan.
Mencari lahan TPA baru, terutama di kota-kota besar di Pulau Jawa lebih sulit lagi. Warga sekitar dengan keras selalu menolaknya. Mereka tidak rela bila pemukiman berdekatan dengan tumpukan sampah. Ya.. siapa yang mau hidup di lingkungan yang hampir tiap hari menghirup udara busuk.
Langganan:
Postingan (Atom)






